- Kyai Gaul Batam Siap Meriahkan PENAIS Award 2025 di Jakarta
- Daeng Yusuf alias Kyai Gaul Batam Jadi Peserta dan didapuk jadi Penilai Karya Digital
- Kyai Gaul Batam: Sang Inovator Digital dan Pionir Dakwah Kontemporer Meramaikan Kancah Nasional!
- Rutan Kelas IIA Batam Bersemangat: Penyuluh Bimbing Warga Binaan Kuasai Fardhu Kifayah Mensholatkan
- Petugas Imigrasi Cilacap Sambangi KUA Belakang Padang: Pernikahan Campuran Jadi Sorotan Utama!
- Gebrakan Baru di Batam: GASSPol Ajak Semua Meramaikan Dunia Digital Kemenag!
- Mancing Ngarong V Semarak! Dialog & Bakti Sosial Sambut Hari Bakti TNI AU ke-78
- Subuh Berjamaah Ke-51 di Nongsa: Ada Apa di Masjid Darunnajah Pagi Ini?
- SEMEDI CINTA Kyai Gaul Batam: PAI Award Nasional 2025
- Rapat Pokjaluh Kemenag Kota Batam 2025:
Laksa Betawi yang Menggugah Selera international
Makanan khas betawi yang satu ini memang sudah agak jarang bisa ditemui. Namun bukan berarti punah. Di beberapa lokasi tertentu, anda masih bisa menemukan Laksa betawi. Bagi anda yang belum mengetahui apa itu Laksa Betawi, Laksa betawi adalah Penganan berjenis mie yang diberi bumbu. Laksa Betawi memiliki kuah berwarna kekuningan. Campuran udang rebon yang ada dalam kuah laksa, membuat rasanya menjadi segar dan di padu aroma khas udang.
Selain itu, Makanan ini menggunakan Ketupat. Isi dari ketupat laksa betawi adalah irisan ketupat, telur, kemangi, tauge. kucai, bihun, perkedel, dan bawang goreng, serta kuahnya yang kental dengan taburan udang kering. Namun ada yang bilang bahwa Bihun dan perkedel hanya variasi tambahan dari laksa, bukan bawaan asli nya.
Cara lain untuk menikmati Laksa adalah menggunakan Semur betawi. Paduan rasa manis pada semur, tentu nya akan menambah rasa gurih di lidah. Namun hal ini bukan suatu keharusan. Tergantung selera masing-masing.
Cara mengolah Laksa Betawi
Mengolah laksa betawi susah-susah gampang. Bumbunya sederhana, terdiri dari kunyit, lengkuas, sereh, daun salam, daun jeruk, jahe, jintan, lada, temu kunci, serta dua kilogram udang rebon. Semua bumbu dihaluskan dengan lumpang lalu ditumis dan dicampur dengan santan cair.
Bumbu baru ditambahkan dengan santan kental. Proses ini dilakukan sampai tiga kali. Sejak dahulu hingga sekarang. Dengan proses yang agak rumit, tidak aneh kalau makanan ini jadi agak langka. Orang maunya langsung jadi tanpa memikirkan cara pembuatannya.









