- Kyai Gaul Batam Siap Meriahkan PENAIS Award 2025 di Jakarta
- Daeng Yusuf alias Kyai Gaul Batam Jadi Peserta dan didapuk jadi Penilai Karya Digital
- Kyai Gaul Batam: Sang Inovator Digital dan Pionir Dakwah Kontemporer Meramaikan Kancah Nasional!
- Rutan Kelas IIA Batam Bersemangat: Penyuluh Bimbing Warga Binaan Kuasai Fardhu Kifayah Mensholatkan
- Petugas Imigrasi Cilacap Sambangi KUA Belakang Padang: Pernikahan Campuran Jadi Sorotan Utama!
- Gebrakan Baru di Batam: GASSPol Ajak Semua Meramaikan Dunia Digital Kemenag!
- Mancing Ngarong V Semarak! Dialog & Bakti Sosial Sambut Hari Bakti TNI AU ke-78
- Subuh Berjamaah Ke-51 di Nongsa: Ada Apa di Masjid Darunnajah Pagi Ini?
- SEMEDI CINTA Kyai Gaul Batam: PAI Award Nasional 2025
- Rapat Pokjaluh Kemenag Kota Batam 2025:
Ghazali: Putaran Kedua Pilkada DKI Ketat

Keterangan Gambar : Joko Widodo (kiri), Fauzi Bowo (kanan)
Jakata - Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Effendi Ghazali, mengungkapkan pada putaran kedua pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada September mendatang, akan terjadi persaingan ketat antara pasangan Joko Widodo-Basuki T Purnaka dengan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.
“Kami telah mengadakan survey internal, dan hasilnya, akan terjadi persaingan ketat antara Pak Jokowi dan Pak Fauzi Bowo. Tidak seperti hasil sebelumnya yang memang jauh jarak perolehannya,” ujarnya ditemui di acara open house yang diadakan Gubernur Fauzi Bowo, di rumah dinasnya Jalan Taman Suropati No. 7, Jakarta Pusat, Minggu (19/08/2012).
Meski demikian, Effendi urung menyebutkan nilai dari survey yang dilakukan oleh pihaknya, mengingat masih ada margin eror yang besar dari 450 responden yang dilakukan survey. “Siapa yang lebih unggul, belum bisa saya kasih tahu sekarang, karena survey kami agak besar margin errornya,” jelasnya.
Menyinggung maraknya penggunaan isu SARA yang terjadi selama bulan ramadhan kemarin, Effendi angkat bicara. Menurutnya, penggunaan isu SARA yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu sudah menimbulkan dampak yang besar, baik di kalangan masyarakat bawah maupun untuk calon pasangan. “Itu jelas ada dampaknya. Bahkan pengaruhnya cukup besar untuk pilkada putaran kedua nanti,” tandasnya.









