- Kyai Gaul Batam Siap Meriahkan PENAIS Award 2025 di Jakarta
- Daeng Yusuf alias Kyai Gaul Batam Jadi Peserta dan didapuk jadi Penilai Karya Digital
- Kyai Gaul Batam: Sang Inovator Digital dan Pionir Dakwah Kontemporer Meramaikan Kancah Nasional!
- Rutan Kelas IIA Batam Bersemangat: Penyuluh Bimbing Warga Binaan Kuasai Fardhu Kifayah Mensholatkan
- Petugas Imigrasi Cilacap Sambangi KUA Belakang Padang: Pernikahan Campuran Jadi Sorotan Utama!
- Gebrakan Baru di Batam: GASSPol Ajak Semua Meramaikan Dunia Digital Kemenag!
- Mancing Ngarong V Semarak! Dialog & Bakti Sosial Sambut Hari Bakti TNI AU ke-78
- Subuh Berjamaah Ke-51 di Nongsa: Ada Apa di Masjid Darunnajah Pagi Ini?
- SEMEDI CINTA Kyai Gaul Batam: PAI Award Nasional 2025
- Rapat Pokjaluh Kemenag Kota Batam 2025:
Banyak Gereja yang Tampung Pengungsi Muslim Palestina

GAZA - Agresi Israel di Gaza meninggalkan duka mendalam bagi warga Palestina. Tidak hanya kehilangan nyawa, warga Palestina yang selamat harus tega melihat rumah mereka porak poranda dihancurkan Israel.
Penduduk Palestina pun saat ini tinggal di tempat-tempat penampungan sementara. Salah satu tempat penampungan yang ada di Gaza adalah sebuah gereja Orthodoks Yunani, Santo Porphyrius.
Gereja ini menampung hampir 1.000 pengungsi Palestina yang mayoritas bergama Islam. Tidak hanya menyediakan tempat tinggal, Gereja Santo Porphyrius turut memberikan makanan, minuman, selimut, tempat duduk, mainan dan bahkan halaman belakang yang biasa digunakan bocah Palestina bermain sepak bola.
"Kami membuka gereja untuk menolong warga, ini sudah menjadi tugas gereja dan kami akan membantu mereka sekuat tenaga," sebut salah satu pengurus gereja, Archbishop Alexios, seperti dikutip dari Arab News, Rabu (23/7/2014).
"Awalnya ada 600 warga dan sekarang sudah ribuan, kebanyakan dari mereka adalah peremupuan, anak-anak dan orang tua yang kondisinya lemah," tambah dia.
Gereja Santo Porphyrius memang bukan tempat yang paling aman bagi pengungsi Palestina. Pasalnya, tidak lama setelah para pengungsi berdatangan, roket dari Israel menerjang daerah dekat gereja tersebut.
Namun hal ini dapat menjadi bukti bagaimana agresi Israel tidak meruntuhkan semangat warga Palestina untuk tetap bersatu dan saling membantu tanpa memandang ras, etnis atau agama.
Sekedar informasi, warga Kristen Palestina merupakan penduduk minoritas. Jumlah mereka hanya sekitar 1.400 jiwa.









